Penguatan Moderasi Beragama sebagai Pilar Keharmonisan Bangsa

Jakarta, 23 Februari 2025 – Moderasi beragama menjadi salah satu isu penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman Indonesia. Konsep ini menekankan sikap beragama yang tidak ekstrem, baik dalam bentuk radikalisme maupun liberalisme yang berlebihan, sehingga menciptakan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran.

Dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI, para tokoh agama, akademisi, dan masyarakat membahas strategi penguatan moderasi beragama di berbagai sektor kehidupan. Menteri Agama dalam pidatonya menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah upaya mengurangi nilai-nilai keagamaan, tetapi lebih kepada penerapan ajaran agama secara bijaksana dan inklusif.

“Moderasi beragama adalah kunci untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan sikap moderat, kita dapat menghindari konflik berbasis agama dan membangun dialog yang konstruktif antar umat beragama,” ujar Menteri Agama.

Salah satu program yang tengah dijalankan untuk memperkuat moderasi beragama adalah pelatihan bagi penyuluh agama di berbagai daerah. Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan memperkuat persatuan bangsa melalui pendekatan yang humanis dan berbasis kearifan lokal.

Selain itu, pendidikan berperspektif moderasi beragama juga terus diperkuat di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari madrasah hingga perguruan tinggi. Kurikulum yang mengajarkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan menjadi salah satu strategi yang diterapkan dalam mencetak generasi muda yang berjiwa inklusif.

Para peserta seminar berharap agar moderasi beragama tidak hanya menjadi kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan semua elemen masyarakat. Dengan demikian, moderasi beragama dapat menjadi landasan yang kuat dalam mewujudkan Indonesia yang damai, toleran, dan sejahtera.